SIAPA YANG TERORIS?

Ulama muda Jerman, Pierre Vogel, punya cara tersendiri bagaimana membantah tuduhan terhadap Muslim sebagai Terroris. Ulama mu’alaf yang bersyahadat tahun 2001 itu, dengan cara tercepat dan terbaik yang amat mengena bantahan dan menangkal dakwaan Muslim dengan terorisme.

Dalam sebuah ceramahnya, ia menyampaikan bagaimana cara ia menyangkal tuduhan itu :

Siapakah yang menyulut perang dunia pertama? Apakah orang Islam?

Siapakah yang menyulut perang dunia kedua? Apakah orang Muslim? Baca lebih lanjut

PEMIKIRAN ISLAM TENTANG KEUANGAN PUBLIK

Dari sudut analisis ekonomi, kebijakan menyatukan orang-orang muhajirin dengan Ansar memberikan dampak ekonomi yang sangat besar, membuat negara Madinah yang makmur di kemudian hari. Kebijakan fiskal memainkan peran penting dalam sistem ekonomi Islam jika dibandingkan dengan kebijakan moneter. Adanya larangan riba dan kewajiban pengeluaran zakat menyiratkan pentingnya posisi kebijakan fiskal dibandingkan dengan kebijakan moneter. Mengingat saat itu negara Islam dibangun Nabi tidak mewarisi properti di pendirinan sebagai layaknya sebuah negara, maka kebijakan fiskal adalah peran penting dalam membangun negara Islam.
Baca lebih lanjut

Menanamkan Nilai – Nilai Islam dalam Perpolitikan di Indonesia

Politik selalu berkaitan dengan kekuasaan(power) dan sebagaimana dikatakan C.O. Key, Ir.,seorang pakar ilmu sosial,politik terutama terdiri dari hubungan antara superordinasi dan subordinasi,antara dominasi dan submissi,antara yang memerintah dan yang diperintah. Bagi seorang marxis, suatu tindakan politik itu menguntungkan kaum proletar,memperlemah posisi dari apa yang mereka namakan kelas borjuis dan menuju revolusi sosial ke arah masyarakat tanpa kelas. Bagi seorang sekularis pragmatis, suatu tindakan politik adalah baik bila dapat memberi “benefit” atau keuntungan praktis dan manfaat materil, walaupun berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sesat. Sedangkan bagi seorang Muslim suatu tindakan politik adalah baik apabila tindakan tersebut berguna bagi seluruh rakyat sesuai dengan ajaran”rahmatan lil’alamin”. Baca lebih lanjut

Keadilan Substantif dan Supremasi Hukum Merupakan Cerminan Masyarakat Madani

Oleh : Hikmawan Syahputra Januari 2011

LATAR MASALAH

Sepanjang 2009 hingga awal 2010 banyak muncul peristiwa hukum yang menjadi polemik dan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Salah satu kecenderungan yang menonjol adalah menguatnya perhatian dan penilaian publik terhadap suatu proses hukum yang dinilai kurang adil.

Bersamaan dengan itu, terdapat pula keputusan lembaga peradilan yang menerobos hukum positif demi menegakkan keadilan substantif. Berbagai peristiwa tersebut telah memberikan gambaran baru bahwa antara hukum dan keadilan dapat menjadi dua hal yang berbeda. Di suatu waktu hukum dapat kehilangan napas keadilan dan untuk menegakan keadilan perlu dilakukan terobosan terhadap aturan hukum.

Baca lebih lanjut

Memanfaatkan Peranan Politik

Islam datang sebagai rahmatan lil’alamiin. Hukum-hukum yang dibawanya sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu salah jika Islam tidak terkait dengan politik. Islam menaruh perhatian besar terhadap masalah politik. Terlebih lagi masalah tersebut erat kaitannya dengan pembangunan masyarakat. Bagaimana pun masyarakat tanpa tatanan politik yang Islami sama dengan membiarkan kerusakan di muka bumi yang sangat dikecam Islam. Baca lebih lanjut