Narasi Film “Hafalan Shalat Delisa”

Delisa yang diperankan oleh Chantiq Schagerl adalah seorang anak bungsu dari empat bersaudara yang hidup dalam keluarga yang sederhana. Ketiga saudaranya itu adalah Fatimah (Ghina Salsabila), Zahra (Riska Tania Apriadi), Aisyah (Reska Tania Apriadi). Tinggal dan hidup dalam satu rumah bersama ibunya yang biasa dia sebut Ummi yang diperankan oleh Nirina Zubir, sedengkan ayahnya atau biasa ia menyebutnya Abi diperankan oleh Reza Rahadian bekerja merantau di sebuah pelayaran internasioanl. Hidup dalam lingkup keluarga religius menuntut Delisa untuk mampu menghafalkan bacaan sholat dengan sempurna dan kekhusukan. Sholat dan pengajian yang dilakukan Delisa sehari-harinya selalu dibimbing oleh ustad Rahman (Fathir Muchtar). Ustad Rahman inilah yang selalu membimbing Delisa baik dalam keadaan senang maupun duka, tidak hanya kepada delisa tetapi juga kepada keempat kakaknya.

Seorang bimbingan ibu yang penuh edukasi dan religiusitas sangat tercermin di film sini, setiap harinya seorang Ummi mampu merangkul dan memberi teladan kepada anak-anaknya dengan sendiri. Sholat lima waktu secara berjamaah sehari-harinya mampu ia lakukan dengan keempat anaknya. Maka tiba suatu saat Delisa harus menghafalkan bacaan sholat dengan sempurna dan tradisi ibunya adalah akan memberikan hadiah kalung kepada setiap anaknya yang telah mampu menghafalkan sholat dengan benar dan sempurna.

Maka tibalah saatnya Delisa untuk mempraktekan sholat lengkap dengan bacaannya di sekolah dasarnya sebagai ujian praktek hafalan. Dengan langkah yang pasti ditemani oleh ibunya, Delisa pergi ke sekolah dengan semangat dan dukungan dari ibu nya. Maka lanjut cerita tibalah giliran Delisa untuk mempraktekan sholatnya yang dengan ibunya diluar memotivasinya dan dengan iming-imingan kalung yang sudah dijanjikan. Ketika melangsungkan ujian hafalannya tersebut tiba-tiba ombak besar air laut (tsunami) datang menerjang, dengan cepat, para wargapun berlarian tapi delisa tetap khusyuk dengan shalatnya dan juga bacaan shalatnya hingga akhirnya tsunami menghantam dirinya dan seluruh Lhok Nga.

Seketika Aceh pun luluh-lantak diterjang tsunami, pemandangan yang menyedihkan, Lhok-nga sudah rata dengan tanah. Tersiar kabar Abi Delisa dengar di tempat kerjanya, maka seketika itu pula ia langsung bergegas pulang untuk menemui keluarganya di Lhok nga. Maka didapati kabar bahwa anaknya Fatimah, Zahra, dan Aisyah tidak selamat dan sudah dikurburkan. Tinggal Delisa dan Umi yang belum ada kabar, dan Abi pun terus mencari.

Alkhirnya, Delisa berhasil selamat dari terjangan tsunami yang sungguh dahsyat tersebut, Delisa berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh tentara Amerika yakni Smith (Mike Lewis). Di rumah sakit Delisa harus dioperasi dan diamputasi satu kakinya karena terluka dan sudah membusuk. Dirumah sakit pula ia dirawat oleh suster yang sangat menyayanginya yakni suster sophie (Loide Christina Teixeira), hingga akhirnya ayahnya Abinya menemukannya.

Delisa akhirnya berhasil menuntaskan hafalan shalatnya tapi tidak karena hadiah tapi karena Allah, Delisa ingin benar-ingin bisa hafal bacaan shalatnya hingga bisa shalat dengan khusyuk dan mendoakan Umi Salma, kak Fatima, kak Zahra, dan kak Aisyah.

Sebuah kisah yang mengambil latar pesisir Aceh Lhok nga dengan menceritakan kehidupan dan kebiasaan rakyat aceh lengkap dengan ciri khas watak dan prihal yang dilakukan sehari-hari. Film yang berlatar belakang Tsunami 26 Desember 2004 adalah Film inspiratif buat keluarga, bahwa dalam menjalani kehidupan harus sabar dan ikhlas. Sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian yang diberikan Allah dan dan ikhlas dalam menjalani suatu kegiatan dan tugas yang dianggap sulit. Sebuah film yang dapat membangun sebuah emosional anda dalam pentingnya memiliki sebuah keluarga yang utuh, untuk belajar bagaimana memelihara sebuah keharmonisan dan rasa kasih sayang dalam satu atap yang sama.

Film yang saya liat ini sungguh mendapat reaksi emosional dari penonton, luapan air mata pun tidak dapat terbendung. Sungguh film yang membawa saya akan bayangan masa lalu ketika saya merasakan getaran gempa dari pristiwa tsunami tersebut.

Sayang bila anda melawatkan untuk menonton film ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s