Implementasi Takwa Dalam Kemajemukan

Oleh : Hikmawan S. Putra

QS. AL-HUJARAAT : 13

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Keberagaman serta kemajemukan manusia yang ada merupakan konsekuensi dari kebebasan yang diberikan oleh Allah. Maka perbedaan-perbedaan itu bukanlah suatu penghalang bagi manusia untuk saling berinteraksi, saling membangun, saling mengisi kekosong, saling membantu demi mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan kerukunan antar sesama. tetapi merupakan suatu hal yang dapat membuka potensi kita sebenarnya bahwa kita adalah makhluk sosial, saling mengenal dalam artian memberikan peluang untuk saling belajar dan memahami di antara perbedaan yang ada.

Walaupun manusia itu saling berbeda antara suku, ras, etnis, bangsa, keyakinan, ideologi dan lain sebagainya. Tapi manusia adalah makhluk yang punya kedudukan yang sama dalam harkat dan martabatnya, semua manusia berhak untuk hidup yang layak, berhak untuk memperoleh kebahagiaan, bebas dalam beraspirasi serta mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Tetapi di dalam kemajemukan dan persamaan hak dan kewajiban tersebut Allah berfirman, “orang yang paling mulia adalah orang yang orang yang paling bertaqwa”.

Kreteria Takwa

QS. AL-BAQARAH : 2-5
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (2), (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka (3). dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (4). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (5).

QS. AL-BAQARAH : 177

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. Artinya, Allah sangat paham terhadap sebuah perbedaan dari setiap yang di ciptakannya baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Dan mengenal setiap diri manusia yang benar-benar bertakwa kepadanya, sehingga memperoleh kedudukan mulia diantara manusia lainya.

Wallahu A’lam Bishawab…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s