Peta Kekuatan Partai Politik pada Pilgubsu (Pemilihan Gubernur Sumatera Utara) 2013


LOGO PROVINSI SUMATERA UTARAPROFIL DEMOKRATISASI DI SUMATERA UTARA

 Daftar Nama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) 2013

Memasuki masa menjelang Pilgubsu 2013, KPUD Sumatera Utara sudah menetapkan nama-nama yang akan menjadi calon Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Sumatera Utara sudah menetapkan nama calon dan wakil calon yang akan bertarung untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018. Pemilihan gubernur Sumut (Pilgubsu) sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 (mudah-mudahan tidak diundur). Data dari KPUD Sumatera Utara telah menetapkan 5 pasang calon yang akan mengisi jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk 5 tahun massa jabatan.

1. Gus Irawan Pasaribu – Soekirman

gus irawan

2. Effendi Simbolon – Djumiran Abdi

 images

3. Chairuman Harahap – Fadly Nurzal Pohan

chairuman

4. Amri Tambunan – RE Nainggolan

amri tambunan

5. Gatot Pujo Nougroho – Tengku Erry Nuradi

gatot-erry-merdeka

(update 23 Des 2012)

No.
Urut

Calon Gubernur

Calon Wakil Gubernur

Partai Pengusung

1

Gus Irawan Pasaribu

Jabatan terakhir mantan Direktur Utama Bank Sumut

Soekirman

Saat ini menjabat Wakil Bupati Serdang Bedagai

- Partai Amanat Nasional- Partai Gerakan Indonesia Raya

- Partai Bulan Bintang

- Partai Kebangkitan Bangsa

- Partai lainnya (total 23 partai polotik)

2

Effendi Simbolon

Saat ini menjabat anggota DPR-RI dari partai DPI-P

Djumiran Abdi

Saat ini menjabat Wakil Ketua Kwarda Pramuka Sumut

- PDI Perjuangan- Partai Peduli Rakyat Nasional

- Partai Damai Sejahtera

3

Chairuman Harahap

Saat ini menjabat anggota DPR-RI dari partai Golkar

Fadly Nurzal Pohan

Saat ini menjabat Ketua Partai Pembangunan, Sumut

- Partai Golkar- Partai Persatuan Pembangunan

- Partai Pemuda Indonesia

- Partai Buruh

- Partai Republika

4

Amri Tambunan

Saat ini menjabat Bupati Deli Serdang

Rustam Effendy Nainggolan

Jabatan terakhir : mantan Sekda Pemrov Sumut, sebelumnya pernah menjabat Bupati Tapanuli Utara

- Partai Demokrat

5

Gatot Pujo Nugroho

Saat ini menjabat Wakil Gubernur Sumatera Utara/Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara

Tengku Erry Nuradi

Saat ini menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai

- Partai Keadilan Sejahtera- Partai Hati Nurani Rakyat

- Partai Patriot

- Partai Bintang Reformasi

- Partai Kebangkitan Nasional Ulama

Sumber: http://bloggersumut.net/berita/pilgubsu-sumatera-utara-cagubsu-2013   (24 Desember 2012. 22.20)

Peta Kekuatan Partai Politik di Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Pemilu 2009 

TOTAL PEROLEHAN SUARA PESERTA SUMATERA UTARA PEMILU 2009

Dapil : I – III (Satu – Tiga)                                                    Pukul: 11.20 – 15.30 WIB

Disahkan                                                                                Hari/Tanggal: 03 Mei 2009

Pukul: 23.00 WIB

No

Nama Partai

Prolehan Suara

Keterangan

1

Partai Hati Nurani Rakyat

108,591

7

2

Partai Karya Peduli Bangsa

36,365

 

3

Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia

21,481

 

4

Partai Peduli Rakyat Nasional

78,157

9

5

Partai Gerakan Indonesia Raya

106,880

8

6

Partai Barisan Nasional

29,318

 

7

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

32,987

 

8

Partai Keadilan Sejahtera

306,310

4

9

Partai Amanat Nasional

201,747

5

10

Partai Perjuangan Indonesia Baru

22,682

 

11

Partai Kedaulatan

10,951

 

12

Partai Persatuan Daerah

18,386

 

13

Partai Kebangkitan Bangsa

38,043

 

14

Partai Pemuda Indonesia

19,006

 

15

Partai Nasional Indonesia Marhaenisme

8,610

 

16

Partai Demokrasi Pembaruan

40,833

 

17

Partai Karya Perjuangan

14,978

 

18

Partai Matahari Bangsa

13,598

 

19

Partai Penegak Demokrasi Indonesia

5,806

 

20

Partai Demokrasi Kebangsaan

23,325

 

21

Partai Republika Nusantara

24,827

 

22

Partai Pelopor

11,122

 

23

Partai Golongan Karya

395,358

2

24

Partai Persatuan Pembangunan

153,018

7

25

Partai Damai Sejahtera

157,425

6

26

Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia

20,564

 

27

Partai Bulan Bintang

63,471

10

28

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

331,861

3

29

Partai Bintang Reformasi

48,906

 

30

Partai Patriot

19,630

 

31

Partai Demokrat

1,006,676

1

32

Partai Kasih Demokrasi Indonesia

23,505

 

33

Partai Indonesia Sejahtera

14,193

 

34

Partai Kebangkitan Nasional Ulama

8,634

 

41

Partai Merdeka

3,662

 

42

Partai Nahdlatul Ummah Indonesia

2,510

 

43

Partai Sarikat Indonesia

2,062

 

44

Partai Buruh

23,404

 

Total Suara

3,448,882

Prosentase

Jumlah Suara

3,448,882

89.00%

Jumlah Suara Tidak Sah

426,329

11.00%

Total Pemilih

3,875,211

100%

Sumber: http://mediacenter.kpu.go.id/hasil-pemilu-2009/464-hasil-perolehan-suara-partai-politik-di-sumut.html (24 Des 12, pukul 21.45)

Digital CameraDapat dilihat dari data prolehan suara partai politik pada pemilu 2009 yang dikeluarkan KPU diatas terlihat bahwa diseluruh daerah pemilihan di Sumatera Utara didominasi oleh Partai Demokrat (1,006,676 suara), dan selanjutnya disusul oleh Partai Golkar (395,358 suara), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (331,861 suara), Partai Keadilan Sejahtera (306,310 suara), dan Partai Amanat Nasional (201,747 suara) di posisi kedua, ketiga, keempat dan kelima. Sedangkan di posisi tiga terbawah ada Partai Merdeka (3,662 suara), Partai Nahdlatul Ummah Indonesia (2,510 suara), dan Partai Serikat Indonesia (2,062 suara).

Dari data statistik di atas dapat dilihat bagaimana peta kekuatan calon Gubsu 2013 mendatang, setidaknya memberikan gambran terhadap sementara calon-calon mana saja yang nantinya dapat mendominasi.

  1. Gus Irawan Pasaribu – Soekiman yang didukung Partai Amanat Nasional (201,747)  + Partai Gerakan Indonesia Raya (106,880) + Partai Bulan Bintang (63,471) + Partai Kebangkitan Bangsa (38,043) + Partai lainnya (total 23 partai politik) dan diperkirakan ke-23 partai kecil tersebut mampu memproleh 100,000 suara, maka total yang didapat 510.141 suara.
  2. Effendi Simbolon – Djumiran Abdi yang didukung oleh PDIP (331,861)  + Partai Peduli Rakyat Nasional (78,157) + Partai Damai Sejahtera (157,425), dan dapat diperkirakan total suara yang diproleh 567.443 suara.
  3. Chairuman Harahap – Fadly Nurzal yang didukung oleh Partai Golkar (395,358) + Partai Persatuan Pembangunan (153,018)  + Partai Republika Nusantara (24,827) + Partai Pemuda Indonesia (19,006) + Partai Buruh (23,404) , dan dapat diperkirakan total yang didapat 615.613 suara.
  4. Amry Tambunan – Rustam Effendy Nainggolan yang didukung oleh partai tunggal yaitu Partai Demokrat dan diperkirakan suara yang didapat 1.006.676 suara.
  5. Gatot Pujo Nugroho – Tengku Erry Nuradi yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (306,310) + Partai Hanura (108,591) + Partai Bintang Reformasi (48,906) + Partai Patriot (19,630) + Partai Kebangkitan Nasional Ulama (8,634), dan dapat diperkirakan total yang didapat 492.071 suara.

Sehingga dapat dilihat bahwa perolehan suara yang didapat masing-masing calon cenderung merata, dan pasangan Amry Tambunan dan Rustam Effendy yang diusung oleh partai tunggal ternyata dapat meninggal lawan-lawanya dengan perolehan 1.006.676 suara, dengan disusul pasangan Chairuman Harahap – Fadly Nurzal (615.613 suara), Effendi Simbolon – Djumiran Abdi (567.443 suara), Gus Irawan Pasaribu – Soekiman (510.141 suara), dan yang terakhir pasangan Gatot Pujo Nugroho – Tengku Erry Nuradi (492.071 suara).

Namun perhitungan menurut statistik ini tidaklah menjadi sebuah jaminan yang pasti, sebab selain kekuatan partai politik sebagai roda penggerak, sosok seorang figur menjadi penting. Terlihat calon Gubsu Amry Tambunan dengan partai demokrat mampu meraih suara tertinggi, namun sosok figur Amry belum banyak dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Sumut, sebaliknya figur-figur seperti Effendi Simbolon dan Chairuman Harahap lebih santer terdengar di kalngan masyarakat, sebab kedua calon Gubsu ini sering menampakkan wajahnya di televisi, karena kedua calon ini sekarang menjabat dipusat sebagai anggota DPR RI. Hal ini dapat dilihat dari polling yang akan dibahas pada sub judul berikutnya.

 

Peta Kekuatan Para Calon Gubsu

Proses pemilihan kepala daerah atau Gubernur Sumatera Utara periode 2013 – 2018 sedang dalam proses berlanjut. Ada lima pasangan heterogen yang bertarung dalam Pilkada Sumut 2013 mendatang. Mereka adalah :

  1. Pasangan Gus Irawan Pasaribu (mantan Dirut bank Sumut) – Soekirman (wakil Bupati Serdang Badagai). Didukung partai Gerindra, PAN, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Bangsa bersama 23 partai kecil. Total perolehan suara sah 23 persen.
  2. Effendi Simbolon (DPR RI) – Djumiran Abdi (mantan komisioner KPUD Sumut) diusung PDIP, PPRN, dan PDS yang berakumulasikursi total 21 kursi.
  3. Pasangan Chairuman Harahap (DPR RI) – Fadly Nurzal (Ketua PPP Sumut). Didukung partai Golkar, PPP, Republikan, Partai Pemuda Indonesia dan Partai Buruh. Total jumlah kursi, 20 kursi
  4. Pasangan Amry Tambunan (Bupati Deli Serdang) – RE Nainggolan (mantan Sekda Prov Sumut) hanya diusung partai Demokrat yang memiliki 27 kursi.
  5. Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho (Plt Gubernur Sumut – petahana) – T Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai). Didukung partai PKS, Hanura, PBR, Patriot dan PKNU. Jumlah kursi 17 kursi.

Dari lima calon Gubernur Sumut, rata-rata semua didukung partai lima besar perolehan kursi dan suara. Hanya satu calon yang didukung suara sedang (Gerindra dan PAN) plus akumulasi partai kecil. Empat lainnya didukung kekuatan partai besar, seperti partai Demokrat, Golkar, PDIP dan PKS,PPP.

Pengamatan hasil suara sah dan perolehan kursi pada Pemilu 2009 lalu, seluruh partai yang bertarung tak satu pun capaian suara lebih dari 30 persen. Apalagi kondisi saat ini beberapa partai yang dulu unggul berdasarkan survey terakhir mengalami keanjlokan performance dan dukungan rakyat.

Melirik perolehan kursi di DPRD Sumut, partai Demokrat yang menguasai total wilayah kabupaten/kota (11 kabupaten/kota) ternyata di DPRD Sumut partai Golkar lebih unggul dalam perolehan kursi. PDIP dan PKS anjlok perolehan kursi di DPRD Sumut, juga PPP.

Kondisi ini bisa diartikan kalau dalam pertarungan Pilkada Sumut 2013 mendatang kekuatan suara partai boleh dikatakan rata-rata sama kekuatannnya.

Analisis dan evaluasi wilayah, cakupan politik partai sesuai dengan kondisi geografi, sosial dan etnik cukup berperan mendulang suara. Umumnya, wilayah pantai timur dikuasai Golkar dan PPP, wilayah tengah dikuasai Golkar dan PDIP. Demokrat sebagai partai pemenang pemilu juga berada diantara partai tersebut.

Jadi dalam representasi kekuatan politik, pengaruh etnik juga tak bisa diabaikan. Peta kekuatan etnik Melayu berada di sepanjang pesisir pantai timur, Asahan, Labuhan Batu, Langkat. Kekuatan etnik Mandailing – Sipirok di wilayah Tabagsel, Palas, Paluta dan Madina. Uniknya, etnik Jawa menguasai hampir seluruh komponen wilayah. Utamanya kawasan perkebunan yang ada, jumlah mencapai 30 persen lebih populasi Sumut.

Jelasnya calon Gubernur seperti Gus Irawan Pasaribu dan Chairuman Harahap, akan bersaing ketat mendulang suara di Tabagsel dan Madina. Untuk wilayah bagian Tengah dan Utara akan diperebutkan oleh RE Nainggolan dan Effendi Simbolon, juga Amry Tambunan. Pertarungan dulang suara etnik Melayu akan berhadapan antara Fadly Nurzal Pohan denhgan Tengku Erry Nuradi.

Suara etnik Jawa, akan diperebutkan calon Soekirman, Djumiran Abdi dan Gatot Pujo Nugroho. Namun dari prediksi yangh ada, Soekirman berpeluang besar mendulang suara. Alasannya, Soekirman mempunyai basis massa hingga grass root dan juga aktif di Pujakesuma. Sementara Gatot Pujo Nugroho, tak mempunya basis akar karena masih dianggap sebagai Jawa “pendatang”. Sedangkan Djumiran Abdi, boleh dikatakan lemah dalam konteks akar.

Begitu pun, bisa jadi dalam pendulangan suara antar etnik bisa saling mencuri karena faktor kekerabatan dan kemajemukan etnik yang ada.

Serunya, hampir semua calon Gubernur Sumut ini berbasis Islam dan hanya dua Keristen. Suara Islam akan pecah konsentrasinya ke empat pasangan calon, karena walau ada Muhammadiyah, Al Washiliyah dan NU, tapi diantara pasangan memang berbasis disana. Tinggal pengaruh ketokohan dan keaktifan calon menyambangi kaum ini.

Calon wakil Gubernur, RE Nainggolan yang didukung Demokrat dan calon Gubernur, Effendi Simbolon yang didukung PDIP akan bersaing ketat memperebutkan suara Keristen. Walau sebagian juga ada yang memilih figur diluar keduanya.

Walau pun kelima calon dalam data yang ada mempunyai peluang yang sama kuatnya. Namun prediksi yang terlihat dari peta dukungan, hanya tiga calon yang bersaing ketat, yaitu pasangan calon Gus Irawan-Soekirman, pasangan Gatot Pujo Nugroho-T Erry Nuradi, dan pasangan Amry Tambunan-RE Nainggolan. Buakan berart pasangan Chairuman dan Effendi Simbolon tak menjadi perhitungan.

Ketiga pasangan ini berupaya menang di putaran pertama pilkada Sumut mendatang. Alasannya, sederhana saja selain tidak menguras tenaga tapi juga tak akan menguras tambahan pundi-pundi baru. Disini pun, ada prediksi kalau pasangan calon Gatot Pujo Nugroho dan pasangan calon Amry Tambunan, sangat menginginkan pasangan calon Gus Irawan “keok” di putaran pertama. Di putaran kedua, prediksinya, akan memudahkan pasangan Amry untuk menaklukkan pasangan Gatot.

Prediksi diatas sebagai gambaran peta kekuatan politik dan suara sah, tapi yang terpenting dari para calon ini adalah bagaimana konsolidasi kekuatan, penggalangan massa dan program untuk rakyat Sumatera Utara yang paling menentukan. apalagi rumor yang ada, mesin politik parpol sekarang terpecah kondisinya yang dualisme, konflik internal partai bisa jadi akan stagnan dalam mengeksploitasi suara untuk calon dukungannya.

Loyalitas dan militansi para calon sangat menentukan pola pendulangan suara yang sangat majemuk ini. Parpol sepertinya bergeming. Contohnya, rumor pencalonan dari partai Demokrat, partai PDIP, Golkar, PDS sangat memprihatinkan akan larinya suara dan dukungan kader partai. Ini fakta realitas yang ada.

Jadi tim sukses pemenangan calon sangat urgen dan berperan penting hingga kekuatan saksi untuk pengamanan suara di TPS sangat diperlukan. Bahkan pengamanan suara di tingkat PPK harus dijaga ketat. Utamanya antisipasi pola serangan fajar antar sesama pesaing untuk duduk di kursi Sumut 1.

 

Polling Calon Gubernur Sumatera Utara 2013

kalau yang di bawah ini polling yang telah dilakukan:

Gus Irawan-Soekirman (26 Partai)

Votes: 3925 (20%)

Effendi Simbolon – Jumiran Abdi (PDIP)

Votes: 14506 (74%)

Chairuman Harahap – Fadli Nurzal (Golkar, PPP)

Votes: 297 (1.5%)

Amri Tambunan – RE Nainggolan (Demokrat)

Votes: 125 (0.6%)

Gatot Pujo Nugroho – Tengku Erry Nuradi (PKS, HANURA)

Votes: 657 (3.3%)

Belum Menentukan Pilihan

Votes: 67 (0.3%)

Golput

Votes: 36 (0.2%)

Number of Voters     19613

Start Voting               2012-11-21 16:19:25

End Voting                2012-12-21 16:19:25

Sumber: http://www.pemilunews.com/index.php/2012-02-15-14-18-42/2012-02-15-14-27-55/polling-calon-gubernur-sumut-2013  (24 Des 12, pukul 22.11)

Ragam Unik pada Pilkada Gubernur Sumatera Utara 2013–2018

  1. Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai periode 2010–2015, Tengku Erry Nuradi (Bupati) dan Soekirman (Wakil Bupati), sama-sama maju dalam Pilkada Sumut 2013 dengan posisi yang sama pula, yaitu sebagai calon Wakil Gubernur Sumatera Utara.
  2. Dua anggota DPR-RI “tidak tahu malu turun pangkat” untuk merebut kursi Gubernur Sumut: Effendi Simbolon (PDI Perjuangan) dan Chairuman Harahap (Partai Golkar).
  3. Calon Gubernur Sumut Effendi Simbolon dicalonkan oleh PDI Perjuangan dengan melanggar aturan yang dibuat oleh PDIP sendiri. Partai itu, sesuai aturan main internal, pada April–Juni 2012 melakukan seleksi terhadap enam orang bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara, antara lain Tengku Erry Nuradi, Rustam Effendy Nainggolan, dan Gus Irawan Pasaribu. Sedangkan Effendi Simbolon sendiri tidak ikut sama sekali dalam seleksi tersebut.
  4. Calon Gubernur Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu ketika masih memimpin Bank Sumut termasuk jarang menggunakan marganya, Pasaribu, di hadapan publik dan pemberitaan pers. Tetapi, menjelang Pilkada Gubernur Sumut 2013, marganya digunakan secara luas.
  5. Beberapa nama calon Gubernur Sumut 2013 pernah diberitakan pers terkait dugaan kasus KKN.
  6. Calon Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi dan calon Wakil Gubernur Rustam Effendy Nainggolan (populer sebagai R.E. Nainggolan) lebih layak menjadi calon Gubernur Sumut daripada pasangan mereka. Kedua tokoh publik itu “relatif bersih” (dalam hal perkara korupsi) dan cukup berprestasi selama memimpin kabupaten mereka.

Referensi:

http://apakabarsidimpuan.com/2012/11/5-kandidat-peserta-pilkada-gubsu-2013/ (24 Desember 2012, pukul 22:33)

http://bloggersumut.net/berita/pilgubsu-sumatera-utara-cagubsu-2013   (24 Desember 2012. 22.20)

http://mediacenter.kpu.go.id/hasil-pemilu-2009/464-hasil-perolehan-suara-partai-politik-di-sumut.html (24 Des 12, pukul 21.45)

http://www.pemilunews.com/index.php/2012-02-15-14-18-42/2012-02-15-14-27-55/polling-calon-gubernur-sumut-2013  (24 Des 12, pukul 22.11)

http://id.berita.yahoo.com/kekuatan-lima-pasang-cagub-cawagub-sumut-merata-022615455.html  (24 des 12, pukul 06.32)

http://www.jararsiahaan.net/2012/11/calon-gubernur-sumut.html (24 Des 2012, pukul 22.17)

http://www.pelita.or.id/baca.php?id=60665

About these ads

8 comments on “Peta Kekuatan Partai Politik pada Pilgubsu (Pemilihan Gubernur Sumatera Utara) 2013

  1. Bagi yg golput asli warga sumut, jgn pernah protes kalau αϑα masalah yg dihadapi selama menjadi warga sumut krn tdk memilih siapa yg menjadi pemimpinnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s